Sebaiknya kau bertanggung jawab. Bahwa kau tak bisa selamanya asing dihidupku.
Setiap kali, meski tak kau sadari, kau membuka selubungmu,
selapis-demi-selapis. Dan setiap itu pula, aku seperti merasakan makanan
surga, atas informasi yang kutemukan sendiri, sebagai hadiah
mengupas bawang-bawang selubungmu. (now my heart is racing)
Hai orang asing, seharusnya kau tahu. Ini yang akan kau dapatkan. Engkau tak lagi asing. Kau tak lagi makhluk asing ntah dari planet mana. Kau membaca pikiranku. Aku membaca pikiran kau. Tinggal secerdas apa kita memahami satu sama lain.
Kau salah, kalau kau bilang, kita sepenuhnya asing. Kita adalah makhluk sepi dalam buah persik. Saat satu lagi selubung itu terkelupas, kau tahu, keasinganmu lama-kelamaan mulai pudar.
Hai orang asing, seharusnya kau tahu. Ini yang akan kau dapatkan. Engkau tak lagi asing. Kau tak lagi makhluk asing ntah dari planet mana. Kau membaca pikiranku. Aku membaca pikiran kau. Tinggal secerdas apa kita memahami satu sama lain.
Kau salah, kalau kau bilang, kita sepenuhnya asing. Kita adalah makhluk sepi dalam buah persik. Saat satu lagi selubung itu terkelupas, kau tahu, keasinganmu lama-kelamaan mulai pudar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar